Pemuda ibarat pagi yang terang, dengan sebuah semangat luar biasa dari energi matahari yang selalu tersenyum. Lengkap dengan keceriaan meriah dari burung – burung liar yang terbang kesana kemari. Buat kamu yang ngerasa pemuda,ya itulah dirimu, atau se-nggak-nya itulah “dirimu yang seharusnya”. Itulah dirimu yang selalu penuh dengan semangat membara, menggilas seluruh ketidak bergunaan yang ada di dunia ini, memeras seluruh keringat dan menciptakan kata - kata lebay yang isinya ungkapan menggebu – gebu buat nyemangatin orang lain, padahal dirinya sendiri ga semangat! Gubrak!(contohnya kalimat lebay yang kamu baca barusan, hehe).
Kenapa sih harus begitu? kenapa harus yang muda - muda doang yang dituntut buad terus semangat dan berkontribusi?..,jawabannya, karena yang tua itu udah expired dan kita kita ini yang paling expert untuk ikut menjaga kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, alah...sok nasionalis, wkwkwk. Sadar atau nggak, kamulah yang bisa merubah Indonesia, bahkan dunia, coz kalo ga salah dengar tuch,”kualitas suatu negara ditentukan oleh kualitas pemudanya” (kalo salah mohon dimaklumi ya..^_^V). Nah kalo pemudanya males – malesan dan cuma hidup untuk dihidupi ya begitulah seterusnya keadaan negara yang dia huni. Jadi negara seadanya. Lain cerita kalo kamu – kamu yang ngerasa masih muda n mahasiswa punya etos kerja tinggi dan kontribusi sepenuh hati buat negeri tercinta ini, ga perlu besar, yang penting sepenuh hati.
Berat? Ok ga perlu muluk – muluk dulu, minimal untuk diri kamu sendiri deh. Setidaknya kamu bisa menyukseskan dirimu sendiri, coz kalau kamu sendiri sukses, kamu punya peluang untuk menyukseskan orang lain, terus orang itu bisa mnyukseskan orang lain lagi, n begono seterusnya sampai semua orang jadi orang yang paling sukses. Walau pun susah juga kalau semuanya sukses, hehehe. Nah, sekarang yang jadi masalah, parameter sukses itu yang seperti apa, banyak duit? IPK cum laude?. Jawabannya, sukses itu relative, kamu sukses ketika dirimu menganggap kamu sukses. Tapi, kalo kamu merasa dirimu belum sukses, ya jangan maksa perasaanmu buat merasa sukses, karena rasa ga bisa bo’ong.
Buat bia sukses, kamu harus berperang. Bukan perang melawan Belanda atau Jepang. Perang ini lebih sulit dari itu. Perang melawan diri sendiri. Kamu harus yakin bahwa kamu akan sukses, bahwa kamua bukan ada untuk sekedar menjadi pelengkap dunia, bahwa kamu jauh lebih berharga daripada yang siapa pun kira. Dan kamu bertekad kuat untuk memimpin dirimu sendiri ke arah yang lebih baik. Pasti nih, kamu punya sesuatu yang disebut dengan “ males”. Nah kalo yang namanya males ini lagi berkunjung ke kamu, waduh..laporan ga selesai, tugas ga dikerjain, kuliah TA(Titip Absen.red), ckckckck…kayak gini nih mahasiswa zaman sekarang?! So, hati – hati banget sama virus males, coz everythings gonna be kuacau uabis. Tapi tenang, ada mantra yang Insyaallah mantab buat ngatasin males kamu, mantranya begini :
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Allahumma inni a'udzubika minal hammi wal huzni, wal ajzi, wal kasal, wal bukhli, wal jubni, wa dlola'iddaini wa ghalabatir rijal.
“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan.”
Allahumma inni a'udzubika minal hammi wal huzni, wal ajzi, wal kasal, wal bukhli, wal jubni, wa dlola'iddaini wa ghalabatir rijal.
“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan.”
Tapi males itu ya emang susah hilangnya kalau kamu ga bertindak. Jadi hal pertama yang harus kamu lakukan adalah bertindak dan memaksa diri untuk bertindak. Kamu ga cukup hanya berpikir, tapi melakoni apa yang kamu pikirin. Mikir doang ngabisin waktu sob! Dari hal yang kecil, tapi terus menerus, maka kamu akan memulai kebiasaan sukses. Dan ketika kebiasaan sukes dah muncul, tindakanmu ini akan berubah menjadi tindakan yang ga maen – maen. Kamu cepat dan semangat, kamu duduk di barisan depan tanpa keraguan, kamu melakukan sesuatu yang bisa bikin diri kamu dan orang lain ngerasain kekuatan besar yang ada pada dirimu.
Kamu bisa melakukan itu kalo kamu percaya sama tiga hal, yaitu think possitive, percaya pada hukum alam, dan percaya pada kata hati. Kamu harus selalu berpikir positif bahwa dirimu itu bisa. Pernah denger yang namanya „hukum sebab akibat“? itulah yang namanya hukum alam. Ga ada hal yang tiba – rtiba, segala hal ada sumbernya, ga ada kesuksesan tanpa usaha, tapi kesuksesan ada sebabnya, yaitu perjuanganmu. Kamu meninggalkan angan kosong yang emang omong kosong. Kamu akan rajin bermimpi dan akan meraihnya, dan kamu tau bahwa meraihnya bukan dengan keberuntungan. Dan untuk mencapai mimpi itu, kamu harus percaya kata hatimu, bahwa ”YOU CAN”. Kamu kalahin itu yang namanya ketakutan dan emosi negatif. Katakan pada ketakutan mu,“Wahai ketakutan yag besar, aku punya Allah yang Maha Besar“, maka kamu akan kuat. Kekuatanmu itu akan menghancurkan ketakutanmu dan membuatmu bertindak. Sepakat?
Dan satu lagi yang penting, selalu belajar. Itulah orang sukses, pandai melihat ilmu dimana – mana, bahkan di dalam kegagalan. Dan itulah yang bikin orang sukses dibilang sukses. belajar n terus belajar. Bukannya blagu dan sok bisa, huuuu!. Dengan belajar kamu akan memperbanyak input pada dirimu, membaca, berusaha, nyoba ini, nyoba itu, di sinilah kamu akan lebih dari yang lain. Ketika kamu udah lebih dari yang lain, kamu pastinya pede dong, dan dengan pede, kamu bisa aja mengambil tindakan nekat. Tapi nekat yang baik, nekatmu ini dengan keyakinan bahwa akan selalu ada jalan kemudahan dari Allah SWT. Asal nekatmu itu baik, pasti akibatnya baik juga, dan bahkan bisa membuatmu mencapai mimpimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar